Laman

Selasa, 23 April 2013

Negeriku

16 Agustus 2010
adakah kalian peduli
Tentang negeri yang kini
Dilanda bencana tiada hentinya
Adakah kalian berpikir
Bagaimana bisa bumi membenci
Penduduk negeri yang tak bisa menjaga negerinya sendiri...

Terlalu banyak tangis yang jatuh membasahi tanahnya...
Terlalu banyak darah mengotori beningnya air negeri ini....
atau
Terlalu berat menampung dosa penduduk negeri ini yang tak kunjung berkurang...

mengapa tak kalian pikir??
Mengapa tak kalian baca??
Mengapa tak kalian renungkan??
apakah kalian tak menginginkan perdamaian yang indah ini tumbuh disekitar kalian??
Apa kalian tak ingin negeri yang mereka sebut surga ini betul2 surga buat kalian?
Apa kalian tak lelah terus menjadi yang terbelakang??

Pantaslah negeri ini tiada hentinya dilanda bencana...
Pembuat dosa merajalela di negeri ini
Dari mulai penguasa sampai rakyat jelata
Dari mulai tuan besar hingga budak belia...

Ahh andaikan kita hidup dengan ilmu... Kalian akan tahu, betapa banyaknya hal yang harus kita lakukan untuk negeri ini...

BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA !!!!!!!

Catatan Kecil saat MENWA

Sunday, December 5, 2010 at 9:02pm
Begitu kami datang pada malam itu, para pelatih menyambut kami dengan tiada wajah ramah. Baru saja kami turun dari mobil, kami langsung mendengar hitungan ke 3 dari 5 untuk segera membentuk barisan. Dengan segera dan sigap, kamipun akhrinya membentuk sebuah barisan seperti yang mereka perintah... Lalu tak lama kemudian perintah barupun terdengar... Mereka menyuruh kami lari2 kecil mengikuti jalan menuju sebuah lapangan... Masih di tengah jalan, kami di perintahkan jalan jongkok... Satu persatu aku lihat wajah kawan-kawan di sekeliling, tak sdkit yg mrasa sakit sampai akhrnya pelatih memisahkan peserta yang sehat dan sakit.. Peserta yang sakit sepakat di beri nama 'pasukan bodrex' hohoho .
Dari situ belum berhenti, pada kondisi lapangan yang becek, kami di suruh merayap hingga lumpurnya terasa mengenai kulit.. Tepat jam 12, kamipun di antar ke tempat yang akan menjadi tempat tidur kami... Tidurnya bukan di ruangan, tapi kami bisa mrasakan anginnya menyelusup tulang, dan hanya beralaskan tikar...
Setiap 1 jam 5 orang dari kami bangun untuk menjaga peserta lain yng sedang tiidur...
Sampai esok paginya kami semua bangun, mulailah kami menjalani kegiatn demi kegiatan. Mulai dari makan yang hanya di beri waktu 30 detik, push up, sit up, nyebur danau, saat hujan kmipun kbasahan, lalu bju kami kring dengan sendirinya dengan angin dan sinar mtahari. .
Kegiatan inipun berlangsung hingga 3 hari. Sampai di hari terakhri, kami melakukan long match sjauh kurang lebih 8 Km. . Wah, dengn keadaan sepatu yang bsah, baju yang basah pula, kulit lecet, tapi akhirnya kami bisa melewatinya. .
Hingga tiba di finish, ada yang membuat diantara kami meneteskan airmata. Saat gumil (guru militer) yang brpangkt TNI yang berkediaman di GARUDA itupun menyampaikan salam perpisahannya dan meminta kami brsama2 menyanyikan lagu 'bagimu negeri' dan 'syukur'. Ucap demi ucap yang mereka sampaikan menyadarkan banyak hal pada kami dari setiap rangkain pelatihan. Kami di caci, kami d maki, tak jarang kami di hukum berat atas kesalahan yang tak seberapa, kamipun kena marah, bahkan tak sdikit dari kami yang tumbang/sakit. . Tapi kami sdar dengan yang gumil katakan, bahwa mereka bermaksud melatih kedisiplinan setiap peserta. .
Well, kmi trima dgn snang apa yg dkatakan gumil, tp trnyata pikiran kami tlah mgakhiri kgiatn inipun salah . Sesampainya di kampus, dalm keadaan lelah para senior tak menyegerakan kami pulng ke tempat masing-masing, di atas lapangan yang basah kami di suruh duduk. Adapula yang terkena hukuman dengan push up. . Fisik kami telah capek, tapi senior itu seperti tak mempdulikan keadaan kami. Dan terakhir mereka mengadakan upacara penutupan di barengi acra maaf-maafan. .
Akhirnya selsai juga, ;-)
kami brsuka cita, tapi kami juga merasakan sakit ketika beberapa diantra anggota kami harus ada yang dirawat di rumah sakit, atau sekedar berobat jalan. . .
Buat kalian yang sakit, kami do'akan semoga cepet sembuh. .
Dan saat ini, menwa menjadi topik terhangat yang asyik diperbincangkan. . .

Tak sedikit di antara kami yang merasakan tak suka terhadap perlakuan para senior. Komentar demi komentar bermunculan lewat fb maupun secara langsung dalam perbincngan. . .
Dari kami, semoga untuk semuanya baik platih maupun peserta bisa ambil hikmahnya atas kegiatn ini.
Semangat kawan2.
Sukses yah buat kuliah kalian, :-)

Heboh Sendiri...


Sunday, December 11, 2011 at 6:48pm
Oya, tadi saya habis nonton acara kuliner di salah satu stasiun TV, dan saat itu juga saya tertarik mempraktekan langsung di rumah. Saya lupa nama masakannya, soalnya susah banget. Tapi alhamdulillah, hasilnya cum-laude, hahaha. Kerenkan saya? Woiyadong.Hebat kan saya? Pastinya!! Hihihi... Siapa saja penemu resepnya semoga diberi umur panjang dan rezeki yg melimpah. Aamiin.
Malam ini nge-note sambil dengerin lagu Mr. Simple-nya super junior, gak bosen didengerin dari jam 7 pagi, gak berenti2 sampe sekarang hehe... Sumpah bikin saya semangat banget, nyapu aja sambil jingkrak-jingkrak, pake goyangin badan. Padahal saya gak tahu arti liriknyanya, tapi musiknya itu, keren banget. Hehehe
Saking nyamannya saya dengerin lagu ini, saya hampir lupa sama janji saya buat nganterin foto wisuda temen saya. Bukan hampir lagi sih sebenarnya, janji jam 9, dan jam 11 baru sadar? Ya ampun... Ini namanya apa? Untungnya temen saya yang baik hati itu dengan senang hati bilang gak papa, masih ada hari esok... Ya Alloh, saya terharu banget, mudah2an surga menjadi balasannya. Karena, kalo saya ada diposisi dia, saya jelas akan marah-marah dan mengutuk keras orang yang sudah ingkar janji sama saya. Tuhan pemaaf, teman saya pemaaf, orangtua saya juga maafin kesalahan saya yang sering lupa matiin lampu padahal udah jam 10 siang, lah saya? Apakah saya sudah menjadi tuhan-tuhan kecil? Astaghfirulloh... Astagfirulloh...
Jujur, saya sering banget menganggap besar kesalahan orang lain dan menganggap kecil kesalahan saya sendiri. Inget ini jadi malu banget sama diri sendiri. Paadahal sering mampang dalam ingatan saya, 2 hal yang mesti kita lupakan dalam diri kita, kesalahan orang lain terhadap kita dan kebaikan kita terhadap orang lain. Yak, ini berkaitan dengan ikhlas. Kalau saja kita bisa punya 2 sikap bijak tersebut, selalu menilai sisi baik orang, maka saya yakin, jarang ada permusuhan atau pertengkaran. Karena yang pernah saya alami, terjadinya pertengkaran adalah dari hal kecil yang kita besar2kan... hehe...
Tapi, demi menebus kesalahan saya terhadap temen saya itu, jam 1 saya memutuskan mengantar langsung fotonya, tapi lagi2 dia menampakkan jiwa bebsarnya “gak usah ke rumah da, kejauhan takut nanti hujan. Kita ketemuan aja dipertengahan.” Dan setelah punya kesepakatan di jam dan tempat tertentu, lagi2 dia yang nungguin saya. Sumpah, saya malu banget :( tapi sekali lagi saya berdo’a semoga dia senantiasa dibeikan kedamaian dalam hidupnya, Aamiin...
Masih pukul 19.45, tapi mata saya udah ngantuk... Malam ini saya akan tidur lebih awal, ingat kata-kata dari bapak saya, tidur lebih awal, bangun lebih awal, sukses lebih awal... hehehe.. aamiin...

W.A.K.T.U


Wednesday, November 23, 2011 at 6:03pm
Apa yang kalian tau soal waktu? Kata yang tersusun dari huruf w, a, k, t dan u ini sangat berperan penting dalam kehidupan kita, entah benda, sifat atau apa, yang pasti waktu bagikumasih  berwujud gaib. Buatku waktu adalah hal utama bagi kehidupan, jika seseorang udah gak punya waktu artinya udah gak bisa ngelanjutin hidup. Demikian juga dengan dunia, memiliki waktu tertentu alias batasan waktu hingga akhirnya ia hancur lebur atau yang lebih akrab dengan sebutan kiamat. Waktu adalah teka-teki, siapapun gak bisa ngatur2 waktu, apalagi balik ke waktu yang udah terlewatkan sekaliipun barang 1 menit yang lalu.
Bagiku, ngomongin soal waktu ada 2 hal yang amat berkaitan. Masa lalu dan masa depan. 2 hal ini gak bisa lepas bagi siapapun kecuali orang itu benar2 amnesia n gak bisa mengingat masa lalu, na’udzubillah. Ngomongin masa lalu, hmmm... dalam kamus besar hidupku, masa lalu berarti waktu yang udah terlewatkan, entah satu abad yang lalu, satu tahun yang lalu, bahkan 1 menit yang lalu waktu aku nulis ini note, bagi aku itu masa lalu. Dulu aku orang yang gak ramah sama masa lalu, pernah aku punya keinginan hilang ingatan, atau pingin balik ke masa lalu ngebenerin puing-puing kehidupanku yang menurut aku salah jalan alias berantakan, yaudah, itu dulu, waktu aku belom dewasa, waktu aku masih berfikir primitif. Karena nyatanya sekalipun orang yang  punya kesalahan di masa lalu masih bisa membenah diri, alias lebih baik di masa yang akan datang, tergantung orang itu mau apa enggak memperbaiki diri. So, orang yang beruntung adalah orang yang memiliki hari ini lebih baik dari hari kemarin.
 Banyak orang yang berkeinginan sukses di masa depan, tapi ia malah terlalu fokus sama masa lalu, artinya dia masih uring2an n masih terbebani sama bayangan masa lalu. Jiwa seperti ini lumayan berbahaya, karena sedikit demi sedikit bisa melenyapkan alam sadar yang mengakibatkan setres. Atau yang lebih parah adalah ia akan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Tragis.
Salah satu cara untuk bangkit dari keterpurukan ini adalah, bangun dan carilah kawan yang sekiranya bisa membantu beban, teman yang lebih dewasa dan bisa menuntun kita. Semakin kita sendiri, semakin banyak pula syetan yang membisikkan hal buruk terhadap kita. Jadi, mending berteman sama manusia baik atau sama Syetan? Pribadi cerdas tentu akan memilih nomor 1.
Waktu juga erat kaitannya dengan rezeki. Mungkin Tuhan telah mempetak-petakkan rejeki bagi makhluknya sesuai kebutuhan, tentunya dibarengi dengan usaha dan kerja kkeras. Makanya, setiap orang punya rejeki yang berbeda-beda. Sekalipun dalam takaran yang sama, kadang Tuhan membedakannya dengan caranya sendiri. Sebenarnya itu masih bisa kita ubah, karena dalam firmannya Tuhan berkata, Ia tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Ya sekali lagi, semua kembali kepada masing-masing. Usaha itu penting, tinggal hasilnya kita serahkan kepadaNya.
Selain rejeki, waktu juga bersinggungan dengan jodoh. Teka-teki yang juga sangat misterius tapi bikin penasaran. Siapa sih jodoh aku? Aku pinginnya dia. Ya, andai saja aku bisa mendahului takdirnya. Huhu, tapi kembali lagi, semua tergantung kita. Sekalipun jodoh udah ditentuin, tapi jika tanpa usaha ya tidak bertemu. Eh ngomongin soal nikah aku punya cerita tentang seseorang yang gak bisa aku sebut namanya apalagi nomer KTP *eh... Dia pernah cerita sama aku kalo dia gak bakal nikah sebelum ia memiliki rumah yang cukup, kendaraan yang mapan serta tabungan 2 tahun kedepan. Wew, hatiku kala itu berdecak. Mau aku protesin banget tuh statemen. Alibinya gini loh, gak sedikit aku nemuin orang yang kehidupannya biasa2 aja, tapi setelah menikah menjadi luar bisa. Artinya rejekinya lebih barokah sehingga makin melimpah. Gak disangka-sangka tuh. Bagaimana coba jika keinginannya itu baru bisa ia capai hingga ia umur 50 tahun?? Hah? Apa ia akan keukeuh menikah di usia itu. Kalo menurutku itu aneh. Dan setelah dia menikah dia akan benar2 menyesal. Menyesal kenapa gak nikah dari dulu. Hehe..
Demikian note yang aku tulis, semoga bisa bermanfaat. Setidaknya bisa bikin aku puas karena udah mengungkapkan keganjalanku... Hahaa... Dan mengolahragakan jari2ku yang udah lama kangen sama keyboard leppy... 

selama tanpa kalian, sahabat )=

September 23, 2011 at 9:29pm
Senin, aku menunggu 
Selasa, aku masih menunggu untuk melihat. . melihat.. melihat.. apakah kau baik-baik saja 
Rabu kau masih tidak disini. Pagi, atau nanti 
Kamis juga tidak ada 
Jumat, Sabtu atau bahkan Minggu 
Tidak ada hari aku tidak merindukanmu 
Tidak ada hari kau akan kembali 
Untuk hari tua kita 
Berapa lama harus begini? Aku tidak tahu 
Berapa bulan atau berapa tahun? 
Berapa banyak miliaran kenangan masa lalu kita? 
Aku selalu merindukanmu 

Kota Angin, 23 Sept '11

Aku Lelah dengan Puisi tak bergunaku

Monday, July 25, 2011 at 2:01pm
Memasuki 1 minggu terakhir di bulan Juli seperti mendapatkan sebuah pecutan untukku. 
Apa yg aku targetkan dan rencanakan belum terrealisasikan dengan sempurna. Kasat mataku hanya dengan keangkuhan raga ini. Aku piawai merangkai kata dalam sastra fiksi, tp tidak dengan non fiksi. 
Aku sebenarnya benci dengan anugrah itu, menulis puisi, berurai air mata dalam buku atau membuang pikiranku pada selembar puisi yang seharusnya ku isikan materi2 kuliah atau tugas. 
Aku benci teguran, walau disisi lain aku mendapatkan pujian. Aku lelah dan mengharapkan di sisa pikiranku ini bisa fokus dalam bidang yg membwaku ke bangku kuliah. 
Dan andaikan aku dilahirkan kembali, aku tak ingin lagi mengenal sastra puisi atau apapun, aku tak ingin mengenal patah hati dan air mata. 
Sekali lagi, aku seperti ingin mengakhiri tekadku tuk seperti Chairil Anwar, Buya Hamka atau Andrea Hirata... 
Bidangku bukan disini, 
aku lelah

Kisah Seorang Galauers


Sunday, May 1, 2011 at 11:32pm
tulis catatan tentang hari ini? apa? tentang kisah menyakitkan? oh... aku bosan dengan itu, hidup bukan sekedar hitam dan putih, tetapi berwarna (begitu kira2 yang temenku katakan lewat statusnya)
baiklah, sepertinya begini. malam ini, tak segelintir kebahagiaanpun terpercik disetiap helaan udara yang terhirup. suasana menjelma menjadi kosong, entah seperti berada di hutan belantara, atau saat dahaga menerjang tatkala berada di tengah padang pasir.
aku termenung tanpa kedipan mata, tanpa celoteh suara, tanpa gerakan tubuh, tanpa selintas pikiran. sudah matikah aku? Aku seperti bukan aku. Tuk sejenak, ku bicara pada Tuhan... Tolong aku Tuhan, aku tak ingin berada di jalan yang salah... hanya bisikan memang, tapi aku yakin Engkau mapu mendengarku dengan jelas...
Riak-riak hati yang bergemuruh seolah memnggil jiwa kosongku. Pantaskah aku terus menjela bak malaikat? Sementara hanya debu-debu hitam yang kotor nan hina yang sebenarnya diriku. Aku kehilangan cahaya itu, cahaya yang seharusnya bersinar tepat didepanku, cahaya yang seharusnya menjadi peerang jalanku selama ini. cahaya yang entah pergi kemana? Hilang, Lenyap, tanpa satupun jejaknya terukir...
Lalu? Hilang kemana jiwa ini?
biarlah aku esok hari hidup dengan jiwa baruku, dengan nafas baruku yang pennuh dengan wangi ketulusan. unuk hidupku, untuk ketenanganku..

#sedari dulu hati nipun merindukan ketenangan jiwa...

Membuat sesuatu yang lebih simple itu lebih sulit karena harus dapat sisi uniknya


Monday, December 12, 2011 at 2:30pm
Judul diatas bukan judul biasa. Saya menyumpulkan judul tersebut setelah otak saya muter2 kesana kemari, sambung ini itu, mencari design baju yang simpel tapi menarik. Loh kok design? Ya, beberapa minggu kebelakang ini saya mempunyai hobi baru yaitu  mendesign baju. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya orat-oret pensil diatas kertas ukuran A-3. Ada sejarahnya juga loh...
Dulu, waktu saya masih umur 5 tahun, saya tak pernah absen dibeliin majalah Bobo sama orangtua saya. Entah seperti apa awalnya, tapi sejak saat itu saya selalu menagih majalah mingguan tersebut sepulang bapak saya pulang kerja. Jika tidak dibelikan, saya minta esoknya dan esoknya lagi. Sudah menjadi keharusan buat saya waktu itu. Tak jarang juga saya mengikuti beberapa kuis yang diadakan majalah bobo, mulai dari mengirim gambar, puisi, atau kuis2 TTS atau berupa menjawab pertanyaan.
Berangkat dari kesenangan membaca majalah bobo, saya mulai menyukai dunia “princess” yang sebetulnya dunia khayalan belaka, itu loh semisal cinderella, putri salju, thumbelina, sleeping beauty, swan lake dan masih banyak lagi. Ada banyak faktor yang menarik perhatian saya terhadap dunia princess ini. Diantaranya adalah.
Pertama gaun, di dunia princess gaun yang digunakan berbau pengantin, gaun sehari-hari yang biasa digunakan adalah gaun yang bisa kita jumpai di dunia nyata pada saat pengantin, wow,, ini unik.
Kedua rumah, rumah yang mereka huni itu unik dan menyerupai kastil-kastil, dari mulai peralatan rumah sampai tempat tidurnya, saya jatuh cinta :). Cermin yang bentuknya unik, sisirnya, kursinya, ah semuanya saya suka :).
Ketiga kuda, kuda ini sebenarnya hal utama yang mampir di pikiran saya ketika saya ingat dunia princess, ada dua macam kuda yang  saya suka, kuda untuk kereta dan ini digunakan untuk bepergian biasa atau pada saat menghadiri undangan, kereta kuda ini juga bisa menentukan tingkatan-tingkatan kasta pemiliknya, semakin keretanya bagus, maka semakin tinggi pula kedudukan pemiliknya di istana... kuda selanjutnya adalah (hmmmm) kuda yang biasa ditunggangi sama pangeran (uuugh) biasanya pangeran terlihat sangat gagah saat menunggangi kuda, apalagi kalau menunggangi kuda untuk menyelamatkan puteri dari marabahaya sihir yang kerap kali menjadi problem di dunia princess, dan karena ada pangeran penunggang kuda inilah saya menjadi sangat suka kuda :). Sejak saat ini juga saya selalu bermimpi, ada pangeran gagah berkuda lalu mengajakku berdansa... cikciwww...
Keempat ibu peri, ibu peri atau peri biasa ini selalu muncul untuk menolong orang yang hatinya baik. Saking terinspirasi sama ibu peri, saya punya pengalaman konyol tepatnya pas saya duduk di bangku kelas 3 SD. Pulang sekolah, tiba2 melihat seekor kucing yang jalannya pincang. Ketika saya perhatikan ternyata kaki kucing tersebut terluka lumayan parah. Saya membawa kucing berbulu cokelat putih itu ke rumah untuk diobati.berharap, setelah diobati kucing tersebut berubah menjadi ibu peri, hadeuhh... tapi setelah selesai diobati kucing tersebut malah mencakar tangan saya, dan sejak saat itu pula saya gak suka kucing :(. Ibu peri gak ada, dan saya malah dapat cakaran, hiks...
Kelima tarian dan dansa. Di dunia princess selalu ada tarian dan dansa, dengan iringan musik clasic yang elegan diikuti gerakkan-gerakkan tubuh lentur yang menakjubkan. Lagi-lagi saya terpikat. Ini memaksa saya untuk meminta bapak saya memasukkan saya ke sanggar tari khusus les balet. Sambil nangis-nangis akhirnya bapak saya mengijinkan dan mencarikan sanggar yang ada les baletnya. Setelah dicari akhirnya ketemu juga, dan berada di majalengka bagian utara. Sementara rumah saya berada di majalengka bagian selatan, perjalanan yang ditempuh dari ujung kota utara ke ujung kota selatan mencapai 1 jam, saya keras kepala dan saya memutuskan untuk tetap ikut les. Tapi karena gak punya teman kesana, saya gagal mengikuti les balet yang sudah menjadi impian saya waktu itu. Kalau sekarang ada yg ngajak gimana yak? Hmmm  
Keenam makhluk-makhluk unik lainnya, semisal tikus bisa bicara, naga, dan lainnya. Ini juga gak ada di dunia nyata, tapi saya sangat menginginkannya.
Sebenarnya masih banyak alasan kenapa saya menyukai dunia princess, terutama di dunia princess hal yg gak mungkin itu bisa terjadi.
Oke, itu sedikit membahas tentang dunia princess. Setelah mengenal dunia princess juga, saya juga menjadi dekat dengan komik. Ya, manga, anime, pernah menjadi hiburan saya sehari-hari... bahkan mungkin sampai sekarang, saya bisa dikatakan comicholic karena ketika saya bertandang ke toko buku, yang pertama saya telusuri adalah komik. Dan kerna komik pulalah saya menjadi suka bergambar...
Buat teman-teman yang sudah mengenal saya, tentunya tidak akan heran dengan kelainan saya ini. Jika teman seumuran telah beranjak ke dunia sinetron, saya masih duduk anteng didepan layar cartoon. Jika teman seumuran asyik mantengin acara gosip, saya memilih baca komik.. Hehe,, gak masalah kan selama gak mengganggu??
Itulah perjalanan kecil saya, dan sekarang lagi belajar menggambar design-design baju percampuran dari princess, manga dan dunia nyata,.. hehehe...

Sabtu, 13 April 2013

Dan SIM Gue pun Dirampok !!!! :'(


Hmmm hari ini bener-bener bikin gw rada spot jantung... wkwkwk...
Tepatnya, dari pagi kerempongan gw udah nampak. Berhubung kemarin gw kejebak hujan setelah ada urusan di Cirebon, gw terpaksa nginep di apartemen temen gw. Dan akhirnya semalaman gw gak tidur juga karena nonton filmShaolin yang bikin mewek tak tertahankan, padahal gw janji sama Ibu mau pulang jam 5 -___-
Tapi ada nilai plusnya, berhubung cirebon panasnya sesuatu, jam 5 pun gw udah semangat 45 menuju kamar mandi (Re: Take a bath). Rasanya hari ini gw lagi putus hubungan dulu sama Komunitas @TelatMandi, Komunitas yang lagi trendy-trendynya di twitter,wkwkwk... Tapi bukan berarti gw gak suka mandi lho, cuman telat doang sih...
Lanjut, jam 6.15 gw dapet bis menuju rumah, telat sebetulnya. Dari janji pulang jam 5, ini baru caw jam 615. Semoga Ibu ngerti, itu aja harapan gw T__T
Sampe rumah akhirnya kena semprot juga, yang jelas ngeburu-buru gw juga buat ke acara seminarnya Ustadz Faudzil Adzim di Hotel Putrajaya Majalengka. Okesip, meskipun masih ngos-ngosan, gw pacu juga energi yang tersisa... Gw berangkat mendahului kedua ortu gw, why? Kerna gw jemput sepupu gw dulu.. Hehe... Singkat cerita, gw sampe di rumah sepupu gw dan langsung caw ke tempat acara. Bla bla bla... Acara selesai... Nah, Klimaksnya mulai...
Setelah makan siang bareng family gw, gw mampir ke tempat sepupu tadi buat numpang shalat dzuhur, cap cip cup (kembang kuncup) kesana kemasri ngobrol, cuss lagi ke SDIT buat nyerahin lampiran pendaftaran adek gw yang mau masuk SMP. Nah, akhi Agus ini ngajak gw liputan buat wawancara dengan ustadz Faudzil Adhim... Karena disitu ada Ibu bapak, gak perlu izin kerna gw udah diijinin langsung. Ok deh, Ibu sama Bapak pulang duluan. Hmmm
Dan ternyata, ustadz masih ngisi taujih buat para guru SDIT, kemungkinan selesai masih lama. Gw pun diajak ke SKB buat hadirin peresmian SETT yang gw lupa apa itu kepanjangannya. Hehehe... Disana mahasiswa semua isinya, so aura positif mengisi seisi ruangan disana. gwpun hanyut didalam ruangan itu sampe ga sadar di luar hujan deres, dan jarum jam udah ada di angka 4-an... Perkiraan gw hujannya gak bakal lama, langitnya gak gelap-gelap banget. Dan ternyata bener, gak nyampe 5 menit hujan reda juga. Dan gw harus pulang, khawatir kemaleman, dan intinya kangen banget sama kasur, udah itu aja!
Adapun rencana gw buat pulang sedikit tertahan, pas nengok bensin motor gw ternyata nol. Dan dompet gw kebawa Ibu pas tadi makan siang -_- apes nian... Gw buru2 telpon Ibu ditengah kelowbettan hp yg tengah sekarat, tanpa babibu, gw tothepoint "Bu, ini gimana bensin kosong, dompet kebawa Ibu, hp lowbat?" Kata gw setengah tereak supaya Ibu gak nyahut "Apa de??" Dan ternyata usaha gw berhasil, jawaban ibupun singkat padan dan jelas banget "Pinjem dulu uang sama Kang Agus!" Tuuuuutttt hp gwpun langsung kandas...
Jujur gw rada pemalu orangnya. Terlebih keadaan ini gara-gara kecerobohan gw gak ngejaga dompet gw yg udah seharusnya menjadi teman dan tempat pribadi gw -___- Ok gw akuin, gw orangnya ceroboh, pelupa, grasa grusu, maunya cepet, tapi tetep romantis kok :p
Karena motor gw HON*A, gw maksa aja buat percaya sama iklan yg katanya motor gw ini irit bensin. Gw mencoba mengerahkan sugesti supaya menghilangkan keraguan gw, akhirnya fix, gw yakin nih bensin cukup nyampe rumah. Bismillah................
Oya, FYI aja sih, jarak ke rumah gw persisnya gatau berapa kilo, tapi secara waktu normalnya 45 menitan lah. Dan sepanjang jalan Cigasong-Majalengka itu mirip banget sungai kering alias hancur hancur hatikuuuuu *emalahnyanyi* ya gitu deh.. gw gatau ini salah siapa? Salah gubernurkah? Apa salah Bupati? Apa salah Ibu gw mengandung? Apa jangan-jangan salah Marshanda yg marah-marah di yutup "salah gue??" teriaknya... Entahlah salah siapa, yang pasti jalan ini taksemulus rindu gw yang makin hari makin berlari ibarat di jalan tol... *curhat
Dan setelah starter motor, gw tau apa yang mesti gw lakuin, paling tidak gw mesti nyampe secepat mungkin sebelum bensin ini kering... Maafin gw ya tor,, lo gw ajak kasar dulu... *kecup motor* kemudian motor gw mendadak bersahabat, enak banget dipake, kayak baru ganti oli kemarin, padahal udah sebulan lebih gak diganti, jahat ya gw.. hmm
Setelah jalan beberapa kilo, dan melewati tugu Mangga Gedong Gincu yang menjadi kebanggaan warga Majalengka inipun, gw pasang kuda-kuda, kaca mata, helm, semuanya baik-baik saja, supaya penglihatan gw tajam gitu, hehe... Sebetulnya sepanjang jalan gw rada khawatir tiba-tiba berenti gimana nih motor, mana ga bisa telpon siapa-siapa lagi karena hp gw mati suri... Tapi pernah sih dikasih saran sama Bapak, kalau kapan-kapan lupa gak bawa uang, trus kehabisan bensin, bisa gadein dulu jam tangan, besoknya bisa diambil lagi (ditukar pake uang) ya tapi pesan bokap itu gak bisa terlaksana, orang gw gak pake jam tangan -___-
Hett saking asiknya mikirin bensin, gw gak nyadar di depan gw mobil innova ngelambatin lajunya, sementara gw gaspol, emang kebetulan jalan agak naik, kemungkinan tuh mobil berkurang lajunya karena tanjakan bukan mengulur gasnya... Kerna tanggung, gwpun ambil kanan buat nyalip.Omaygat, dari arahlawan ada truk yg kecepatannya bukan main (turun sih), gw tambahin gas, tapi ternyata gas gw udah pol... Gw nyerah, gw pas itu merem sambil baca tahlil and tahmid gicuuu... Gw rasanya....ahhh gak bisa diungkapkan dengan kata-kata,, gw takut :(
Dan pas gw buka mata????? Ternyata gw masih bisa menghindari truk itu (Gatau  truk yg ngindar gw :p) yg jelas gw masih selamat sentosa, adil dan makmur... Ya Allaah,, Alhamdulillah,, dari situ gw dzikir gak berenti-berenti sambil tetep gaspol (gw gak bisa liat kecepatan gw berapa, wong kilometer motor gw mati !! :P) Sebetulnya perasaan takut gw masih ada kalo inget truk tadi, cuman gw lebih takut bensin abis sebelum gw sampe rumah... Hmmm
Masih dengan kecepatan diatas rata-rata, gw salip sana sini... Setelah cukup pegel pinggang gw, akhirnya gw ketemu sama Jalan menuju rumah gw, senyum lebar gwpun terpampang jelas di muka gw yg manis ini... hhh syukurlah... Etapiiiiiiiiiiiiiiii... motor gw mati 20 meter sebelum gw sampe rumah -____- ya terpasak gw tuntun sampe rumah.
Sampe juga depan rumah, gw lihat ibu lagi asik nyiramin bunga... Tapi, Ibu gw langsung ngejatuhin gembornya... Gw kagetlah, gw tahu pasti Ibu mau lari ke gw terus meluk gw gitu, sambil bilang "Kamu gak papa nak? Masya Allah.. Sini-sini nak" Kayak udah setahun gak ketemu :p (Korban sinetron -__-)
Tapi dugaan gw gak akurat ! Salahhh total 100%. Yang ada gw kena semprot, Ibu udah kayak Uzumaki Naruto, ngeluarin jurus angin yang tiada ampun itu, ciaatt ciaat ciaattt ciaattt... Intinya nyokap marah, bilangnya gini "Kamu tuh ya, belum ada 30menit telpon masa udah nyampe lagi? Kayak apa bawa motor?" Gw langsung cerita dengan muka melas, gimana bisa gw tenang, ga ada duit, ga ada bensin, ini juga gw tuntun dari 20 meteran.... Lagian sih Ibu pake naro dompetku ke tas Ibu (Sebetulnya gw sambil nyubit-nyubitin pipi gw, ini beneran gak sih gw selamat sampe rumah? Gw juga langsung genit2 di kaca, hawatir pas ngaca gw ga ada di cermin, kayak di film MIRROR itu,kan si Nirina ngaca tapi dia gak ada di cerminnya, tau-tau dia sebenernya kecelakaan, trus meninggal, dan jasad yg sebenernya masih di TKP... Ahh imajinasi gw kemana-mana.. Korban komik mah gini -_-
Ternyata gw masih sehat wal'afiat, gw masih cantik, bibir gw gak putih, atau kaki gw masih napak. Hmm.. Gw pun buru-buru mandipake air hangat, secara tadi kehujanan gicuuuu...
Selesai semua, mandi, gosok gigi, cuci muka, wudhu, sholat, blablabla... Gw pun dipanggil Ibu... Dan hal yang mencengangkanpun terjadi............................... Ibu ngambil SIM gw yang susah payah gw dapetin, yang gw bikin berdasarkan kemampuan gw, bukan nyogok-nyogokkan, SIM yang menjadi identitas gw setelah KTP (passport belum punya sih) SIM yang gw gak rela ada orang  yang lihat (fotonya miring sih) SIM yang ahhhhh,, punya gw doang dan gak akan gw lepaskan sampai sehari expire... T__T
Intinya, gw udah gak boleh pake motor, "itu karena Ibu sayang kamu" tandasnya....Gw berdiri cukup lama, terpukul rasanya... Tapi gw gak bisa nangis, Gw bertekad, suatu hari, gw akan ambil apa yg udah menjadi hak gw !! Apapun caranya... Sip oke
Sekian cerita gw hari ini. Biasa aja sih, gw nya aja yg gak nyente bawain cerita. Maklum lah. Hehehe...
Salam cinta dan tersenyumlah selalu, daari gw yang imut sejak lahir dan cantiknya tak terhingga...
Love u all

Kamis, 19 Mei 2011

Pelangi diMalam Hari

Hey pangeranku....
Aku sedari tadi menungggu sosok gagahmu,
Adakah kau dibalik jendela kamarku?
Jangan sembunyi !
Aku tak mampu terus menerus menelan rasa penasaran terhadapmu...

Tuan,
Berapa lama kmu terus sembunyi dariku.
Semakin kau menjauhiku, semakin aku mendekat padamu
Tuan terlalu indah buatku, seperti pelangi.
Ya,  pelangi...
Tuan tau pelangi.... indah dan menakjubkan... itu seperti tuan...
Tapi, tuan lebih pantas kusebut pelangi di malam hari
Tuan tak pernah nampak dimataku...

Maaf tuan,
Tuan tak suka dengan panggilan begitu
Aku mengerti,
Pelangi selamanya membutuhkan sinar matahari
Sedangkan bintang akan terus setia pada malam...
Jangan ceraikan mereka....
Begitulah.....

Tuan mengajarkan begitu.....
Sekarang tuan silahkan pergi,,,
Tak mungkin aku terus berharap.....
Akan hadirnya pelangi dimalam hari... ^^


Senin, 16 Mei 2011

Kisah Sebuah Jam


Alkisah, seorang pembuat jam berkata kepada jam yang dibuatnya, “Hai jam, apakah kamu sanggup berdetak paling tidak 31.536.000 kali selama setahun?”. “HA??” kata jam terperanjat, “mana sanggup saya?”

“Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?” kata tukang pembuat jam sambil tersenyum.

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali dalam waktu sehari? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” Jawab si jarum dengan penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3.600 kali dalam  sejam?” Rayu pembuat jam lagi.

“Dalam satu jam harus berdetak 3600 kali? Banyak sekali itu?” Tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya itu.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si ja, “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Naaaa !! Kalau begitu aku sanggup!” Kata jam penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itupun berdetak satu kali setiap detik.  Tanpa terasa detik demi detik telah dilalui dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti dia telah berdetak sebanyak 31.536.000 kali.



Hikmah yang dapat di ambil :

Seringkali kita merasa masalah/ujian yang Alloh berikan kepada kita sangat mustahil kita mampu menghadapinya. Tak jarang pula dengan beribu kata keluhan muncul dari bibir kita. Padahal sebenarnya Alloh memberi ujian pada kita telah disesuaikan dengan ukuran kemampuan kita. Pastinya Alloh memberi ujian kepada kita karena kita mampu menghadapinya. Sering kita merasa berat tuk menghadapinya, tapi itu karena belum mencobanya. Ujian itu tidak akan pernah berhenti selama kita masih hidup di dunia. Tanpa disadari, setiap ujian yang kita lalui itu telah mendewasakan kita. Ingatlah dengan peribahasa yang mengatakan “Semakin pohon itu tumbuh tinggi, semakin kencang pula angin yang menerpanya.”

Contoh kecil adalah perjalanan hidup kita dari kecil. Tnpa sadar kita telah menghadapi berbagai macam ujian yang semakin kita tumbuh besar semakin tinggi pula derajatnya. Dari mulai duduk di bangku SD, SMP, lalu SMA, bahkan ketika menyandang predikat mahasiswa. Tanpa kita lalui proses kecil itu, kita tak akan mampu dengan tiba-tiba melompatinya dari SD langsung SMA. Semuanya ada proses yang mesti kita lalui. Dan itu tidak sulit , itu semua mudah. Karena ujian itu datang ketika kita memang mampu menghadapinya.

Ujian adalah teman kita, bagaimanapun dia selalu ada di sekitar kita tanpa kita undang sekalipun. Dia datangnya dari Alloh, tiada salahnya kita menghadapi ujian itu dengan mengadukan kepada-Nya.  Tentunya disertai hati yang ikhlas dan sabar akan kita dapatkan buah kesabaran dan keihlasan itu yang akan terasa begitu nikmat. Lebih nikmat dari sekedar makan di kala lapar atau minum di kala haus.

Untuk apa kita hhidup? Kita hidup di dunia tak selamanya kawan...

Andai kita sadari, ketika kita memulai kehidupan kita. Kitapun telah menanamkan racun pada diri kita. Kita suntikan racun itu pada nadi kita, lalu dia menyebar keseluruh pembuluh darah, ada yang bergerak cepat namun ada pula yang bergerak lambat. hingga tiba saatnya dia mencapai jantung kita.  Setelah itu, apa yang terjadi kalau bukan kematian? Ya , kematianlah nama racun itu. Tanpa sadar kita adalah manusia yang sedang mengantri  racun itu tiba di jantung kita. Karena mau tak mau, dia akan mencapai jantung kita. Dia akan datang, kapan dia tiba.. kita tidak tahu. COMING SOON !!!!!

Tentang Cinta Sejati


Mari kita berbincang-bincang tentang mereka,, (katanya sih rame niih)

Kata temen-temenku sih si Alya suka sama si Vino tapi si Vino suka sama Luna sejak mereka kelas 1 SMP.  Tapi usut punya usut, lelucon mereka baru terbongkar sekarang-sekarang ini.

Seingatku, mereka bertiga ini sahabatan. Dulu itu aku ditugaskan guruku mnjadi tutor mereka untuk latihan persiapan dalam perlombaan nyanyi tingkat SMP se Kabupaten (kalo menang lanjut tingkat Provinsi), **kebetulan kala itu aku menjabat sebagai Sie. Bidang kesnian dan Kewirausahaan. Anehnya, mereka bertiga ini sama-sama duduk dikelas VII A (kelas yg terbilang favorit) selain itu, mereka sama-sama memiliki suara yang bagus dan merdu. Dan yang paling amazing lagi, mereka bertiga murid yang selalu menduduki posisi rangking 1-3 dikelasnya. Secara acak mereka bergiliran (kecuali alya saja yg gak pernah rangking 1, dia hanya mampu ke 2 atau ke 3)

Tanpa fikir panjang, ide ku buat nyatuin mereka jadi Vokal Group kususun. Akhirnya mereka semua settuju, dan latihan itupun semakin sering dilakukan. Aku semakin kenal dengan pribadi mereka masing-masing. Alya yang selalu ceria, Vino yg bijaksana (meskipun sukanya sama Luna tapi tak pernah membedakan perlakuan terhadap Alya),  lalu Luna anknya tekun dan rajin. Tak jarang mereka sering bikin lelucon saat ku latih, aku aja gak pernah boring melatih mereka.

Ah, lucu. Katanya Alya sering ngirim2 puisi dan cokelat untuk Vino tanpa sepengetahuan Vino, kalo anak muda jaman sekarang nyebutnya screet admirer. Tapi karna si Vino ga tahu siapa pengirimnya, ia kembali ngasihin coklat itu buat si Luna. Aduhn aduuh... untungnya si Alya gak pernah tahu kejadian itu. Katanya sih, meskipun mereka berteman deket, gak pernah saling cerita soal asmara. Mereka hanya akrab dalam diskusi belajar alias kelompok belajar.

Kebetulan aku satu komplek sama Alya, malah tetanggaan. Jadi diantara ketiganya Alya lah yang paling akrab denganku. Bahkan dia sering datang ke rumahku meminjam buku atau modulku tahun lalu. Dia memang anak yg cerdas, dia cantik juga ceria anaknya. Padahal Alya punya penyakit dan itu menyebabkan dia harus terus-terusan mengkonsumsi obat dari dokter. Dia juga pernah ngeluh, capek ke dokter mulu. Tapi keluhan itu hanya kudengar satu kali saat ia nasihatin aku buat tetep jaga kesehatan. Atau mungkin, itu bukan suatu keluhan.

Sampe aku lulus SMP, aku menyebrang ke kota lain. Aku tak lagi tinggal di kota kelahiranku. Ayahku lah yang memilih pindah tugas, alasannya karena di kota sebelah mendapatkan tempat tinggal yang lebih nyaman, hmmmm.. Boleh deh, ikut aja. Padahal berat rasanya meninggalkan semuanya. T.T ***kan lagi ngomongin mereka, kok malah curhat tentang aku, hehehehe

Sejak itu aku tak pernah tahu lagi tentang lelakon mereka. Tapi aku masih Say Hallo sama Alya. Dia tetep Alya yang yang lugu dan manis, bahkan sampai sekarang,, hehe. Alya tak banyak cerita lagi tentang kedua sahabatnya. Keduanya bersekolah jauh. Alya sendiri sekolah di SMA negeri favorit di kota itu, sementara Vino di SMA swasta favorit di ibukota provinsi. Terakhir, Luna juga sekolah di luar kota, di SMA swasta ternama pula. Selama komunikasi sama Alyapun aku jarang menyinggung kabar mereka, tapi Alya sempat cerita kalo awalnya dia lebih memilih sekolah bareng Vino. Namun orangtuanya gak ngizinin berhubung penyakit yang Alya derita mestilah punya kontrol daro orangtuanya.

Aku berani mengatakan kalau mereka bertiga itu orang-orang yang hebat dan luar biasa. Kepintaran mereka tak diragukan. Ketiganya punya prestasi yang gemilang. Alya sendiri berhasil masuk UGM di fak. Ekonomi, lalu Vino masuk UI di Fak. Kedokteran dan Luna masuk ITB di fak. MIPA. Memang luarbiasa, aku aja iri sama mereka.

Ah, kalo aku pikir2, gak mungkinlah kalo gak ada cowok yang mau macarin Alya dan Luna, atau cewek yang mau macarin Vino. Selain mereka cantik dan ganteng, mereka juga pintar. Tapi sekarang aku tahu alasan mereka gak pernah pacaran. Kudengar Alya sekarang berubah menjadi wanita yang alim dan aktif di organisasi masjid kampus, Vino juga sama dia menjadi seorang ikhwan yang alim dan anti pacaran. Luna sendiri emang udah sejak SMP pun memiliki agama yang kuat. Katanya lagi (gossip) Vino berubah karena Luna, Alyapun berubah karena Vino.. weleh-weleh..

Dan yang membuatku kaget, tiba2 datanglah undangan pernikahan. Percaya gak percaya, nama yang tertera dalam undangan itu Alya Fauziyah Safitri, SE dan dr. Vino Ahmad Dinarwan. Kubolak balik undangan itu, takutnya mataku yang udah minus ini memang salah baca. Tapi ternyata enggak, sudah 5 orang yang kurepotkan untuk membacakan undangan itu.. **sekedar meyakinkan saja.

Dengan senang hat, aku mendatangi undangan mereka. Satu persatu yang kulihat, para undangan itu banyak ku kenal. Diantaranya kawan SMPku dulu. Ada yang masih mengenalku, ada pula yang bilang aku berubah. Apa aja deh, tapi yang jelas aku kesinih tujuan awalnya memenuhi undangan Alya beserta suami. Adapaun kalau aku bertemu kawan lama, itu nilai plusnya. Hehe

Aku lihat Luna disitu, tak terlihat wajah sayup sedikitpun di mukanya. Hmmm, wajahnya semakin terlihat berwibawa. Namun tak lama aku di pesta mereka. Kurasa aku masih memilki pekerjaan yang harus aku penuhi.

Setahun setengah setelah pernikahan mereka, aku mendengar kabar yang amat menyedihkan. Ini seperti mimpi buatku. Padahal Alya baru setahun merasakan keindahan pernikahannya, tapi Alloh telah memanggilnya. Alloh telah menjemputnya keharibaannya. Kabarnya sebelum dia meninggal, Alya jatuh sakit pasca melahirkan. Tak lain, penyakit yang sejak kecil ia deritalah perantara kematiannya. Mau tak mau, Vino sekarang menjadi single parent bagi bayinya yang baru berumur satu bulan, T.T

Ternyata Alloh punya rencana lain atas semua ini, sebelum Alya menghembuskan nafas terakhirnya, ia menuliskan surat untuk Vino. Aku snediri tak tahu jelas isi aslinya seperti apa. Tapi disitu terdapat wasiat Alya untuk meminta Vino menikahi Luna yang ia percaya dapat menggantikan ibu bagi puteranya. Wasiat itupun dikabulkan. Tanpa pikir panjang, Luna mau menerima pinangan Vino.

Terakhir,  aku tahu alasan kenapa Vino menikahi Alya. Padahal sebenarnya Vino tak pernah mencintainya. Kabarnya, Vino mengetahui perasaan sayang Alya terhadapnya. Lalu, ia mengetahui penyakit yang Alya derita cukup memprihatinkan. Sampai akhirnya Vino menikahi Alya karena Alloh, karena ia inginkan sahabatnya itu bisa bahagia dengannya.

Alya, Vino dan Luna... Kalian bertiga memang hebat.....



***Cerita ini hanya fiktif belaka. Kalau ada kesamaan nama tokoh, karakter maupun alur cerita itu hanya kebetulan belaka.

Cinta tak pernah lelah menanti


Cinta Tak Pernah Lelah Menanti*


Penghabisan musim panas engkau datang tiba-tiba dengan seulas senyum hangat yang menyapaku. Bibir dan wajahmu semerah dadu dengan garis mata yang tajam, sorot jinggamu hanya bisa kutatap bisu dalam cermin mata kelabuku.


Sejak saat itu diam-diam aku memperhatikanmu, sinarmu, pesonamu, auramu, semua hanya ada di benakku saja. Kamu begitu bersinar di balik cermin mataku yang kuyu. Kamu seperti berada pada dimensi lain yang sulit aku jamah, hanya kamu dan dunia jinggamu tanpa ada orang lain sepertiku. Senyummu begitu hangat dan ramah itulah kenapa semua orang menyukaimu, tak terkecuali denganku. Aku merindukanmu tanpa kamu tahu.


Aku membayangkanmu tiap sore, menunggumu datang dan berharap ada semesta yang mendengar kata hatiku untuk mempertemukanmu dalam kesempatan yang sama. Bukan karena ketampananmu aku mengagumimu, bukan karena kelembutanmu aku mencintaimu. Tapi… ah, aku sendiri tak tahu kenapa aku mencintaimu, mengharapkanmu dan menunggumu karena kamu terlalu istimewa.Aku hanya menunggumu sebagai sosok yang aku cintai, tanpa bisa aku ungkapkan. Aku dalam kediamanku. Aku dalam duniaku yang dingin. Dan kamu dalam kehangatan serta keramahanmu.


Tahukah kamu? Aku pernah bercerita pada langit ketika aku bertemu dengannya dalam mendung. Aku bercerita tentang dirimu, kamu yang selalu memenuhi mimpi-mimpi malamku, kamu yang menghuni perasaan terdalam dari hatiku yang dingin. Aku bercerita semuanya. Aku mengungkapkan perasaanku tentangmu pada langit.


Ah, Senja. Aku ingin selalu berada di dekatmu, Senja. Aku ingin memayungimu dalam mendungku dan aku mulai bermimpi untuk menghadiahkan pelangi untukmu sebagai buah cintaku padamu dan kita akan melihatnya bermain bersama setiap sore. Aku, kamu dan pelangi. Sebagai sebuah keluarga utuh yang bahagia.  Tapi aku tahu itu mustahil. Kita tidak bisa bersatu karena musim dingin harus membawaku pergi. Cintaku padamu memang terpisah dimensi tapi aku tak pernah menyesal telah mencintaimu dan aku akan selalu mencintaimu. Maafkan aku, Senja, karena aku tak bisa menjagamu. Tapi aku akan berkirim surat padamu. Semoga engkau mengerti, Senja. Percayalah, aku akan datang untukmu karena aku mencintaimu. Musim depan kita akan menikah dan melihat pelangi itu bermain bersama. Aku berjanji. Tunggulah aku, Senja. Aku mencintaimu.


Hujan


=oOo=

Sahabat Sakitku Renita


kita memang dipertemukan bukan dalam momen-momen indah, bukan dalam waktu yang di rencanakan. namun kita dipertemukan di sebuah Rumah sakit yang telah merawat kita ketika sama-sama sakit, kuranbg lebih 4-5 tahun yang lalu. bertemulah kita, dan dalam satu ruangan kelas  1 itu banyak  cerita mengalir dari mulut ke mulut. namamu Renita, usiamu 2 tahun lebih tua dariku. saat itu kita sama-sama terbaring lemas di ranjang bersepraikan warna putih, sama-sama berkeinginan sembuh dan beraktifitas normal dengan teman-teman sekolah. dan yang mengasyikkan saat kita ditinggalkan keluarga kita, mulailah obrolan mennarik itu terjadi...

awal yang memalukan, kau ceritakan kesan pertama itu. kau bilang gemas denganku karena terlalu banyak keluhan-keluhan yang muncul dari mulutkku, aku yang tak sabar, aku yang manja dan aku yang keras kepala. ah, tapi untungnya kamu mau menyapaku juga. kmu mau berbagi cerita denganku, dan di ujung pertemuanpun kmu banyak memujiku.

ah, kak renita .. aku salut dengan kesabaranmu. selama kita bersama, kata yang sering kau bisikkan adalah SABAR. kau bilang "bersabarlah, ini ujian dari Alloh. Badai itu segera berlalu". dan bodohnya aku, kenapa baru sekarang dapat kumengerti kalimat itu. kenapa dulu ak merasa tak peduli?

ingatanku masih sangat tajam ketika malam itu tak ada satupun anggota keluargamu yang datang menemanimu, dan kebetulan sekali keluargaku sedang mencari makanan dan susu untukku. lalu aku hendak ke kamar mandi. dengan manjanya, aku segera menelpon ibuku untuk meminta pertolonganku. dengan cepat, kak renita menyuruhku mematikan telpon. dengan tegar kakak berkata "Biar kakak aja yang bantu kamu ke kamar mandi" padahal kondisinya lebih lemah dariku. Penyakit yang kakak derita lebih ganas dariku, kakak mengalami gangguan fungsi jantung dan kkak sangat lemah sejak kelas 3 SD. dengan usahanya yang begitu kuat, kakk mampu membantuku. padahal kita sama-sama lemah kala itu...

sewaktu aku dinyatakan sembuh, ada perasaan bahagia dan sedih.. aku bahagia karena bisa bebas dengan penyakitku, tapi aku sedih harus berpisah denganmu.. berpisah denganmu yang telah banyak menyadarkanku....

waktu itu kita menangis bersama, menangis dengan mulut penuh do'a... kita sama-sama saling mendo'akan  ... dan itulah terakhir kalinya aku  bertemu dengan kak renita. pertemuan kita teramat singkat, hanya 11 hari 4 jam... namun ingatanku tentang kakak amatlah panjang... :)

kak renita, apa kabar sekarang? aku gak tahu gimana kabarmu skarang, semoga kakak masih tetap merasakan sejuknya udara pagi dan indahnya pemandangan senja yang menawan...

aku menyesal, menyesal dulu karena tak menghubungi kakak saat nomor handphoneku ganti. padahal selama dua bulan setelah perpisahan itu masih ada komunikasi,.

kak ren, aku malam ini rindu sama kakak... lagi apa kakak disana?? tolong berikan kabar untukku... kabar apapun aku terima... kalo kakak baca tulisan ini semoga kaakak bisa meraasakan kerinduan yang aku rasakan....

Sepenggal kisah dari seorang kawan :)




14 Februari tahun 2007 lalu adalah pertama dan terakhir kalinya aku ikut serta berada ditengah orang-orang yang berantusias merayakan hari valentine, tepatnya saat itu aku berstatus sebagai siswi kelas X di SMA swasta. Sedikitpun aku gak tahu apa maksud dibalik perayaan itu, judulnya saja ikut-ikutan teman.  Yang pasti, dari kejauhan rumah Meli yang dijadikan tempat merayakan Valentine itu bernuansa merah muda. Mulai dari dekorasi atap-atap rumah yang penuh dengan pita warna merah muda, balon-balon berbentuk hati yang berwarna merah muda juga, sampai kostum beserta aksesories yang dikenakan untuk datang ke pesta itupun wajib berwarna merah muda.


Seluruh teman sekelas diundang dan wajib hadir dalam pesta itu, bahkan setiap orang diperkenankan membawa pasangannya bagi yang telah memiliki pacar. aku sendiri tak memiliki pasangan, makanya kala itu aku sedikit minder dengan ajakan Meli and d’genk. Dengan berbagai persuasi, merekapun berhasil mengajakku datang ke pesta yang mereka sebut hari kasih sayang itu.


Dirumahku sendiri tak pernah ada perayaan seperti itu. Bahkan kata “Valentine day,s” itupun baru kudengar akhir-akhir ini setelah masuk SMA. Gak ada satupun anggota keluargaku yang menyadari hari itu. Ayah, ibu, bahkan Mbak Ima yang usianya 3 tahun diatasku mengaku belum pernah merayakannya. Dan ketika aku membicarakan rencana pesta yang akan diadakan lima hari kemudian itu, tak ada satupun yang merespon positive. Semua melarangku pergi ketempat Meli, tak terkecuali. Jujur, selama ini aku belum pernah menentang larangan mereka, tapi karena berbagai pertimbangan akhirnya akupun berpikir keras mencari cara untuk datang ke pesta itu.


H-1, tiba-tiba saja ayah ditelpon nenek dari Serang untuk mengunjunginya. Tanpa sedikit keraguan, ayah dan ibu meninggalkan rumah 8 jam setelah menerima telpon dari nenek. Akhirnya dirumah tinggal ada aku dan Mbak Ima yang sibuk ngurusin organisasinya dikampus. Aku sih berharap Mbak Ima ada acara yang ngeharusin keluar rumah, atau paling tidak kedatangan temannya dengan begitu perhatian untukku sedikit teralihkan.


Sepertinya otakku benar-benar bekerja maksimal saat kepepet. Ide bermunculan dari sana-sini untuk berbuat apa saja asalkan aku sampe dirumah Meli malam ini jam 8. Akhirnya aku menggunakan salah satu ide yang muncul, sepertinya berkat hobby-ku membaca komik. Sedikitpun aku tak memperlihatkan keinginanku untuk datang ke rumah Meli. Sampe jarum jam menunjukkan angka 6, aku pura-pura ngantuk dan tidur di kamar. Sampai Mbak Ima mengecek kamarku 3x dan mendapatkanku telah terlelap tidur.


Selanjutnya, gak nyampe 30 menit aku mengganti pakaian dan meias diri secantik mungkin. Baju yang kupakai baru kubeli tadi siang, karena aku tak punya baju berwarna pink. Selanjutnya rambutku yang sepanjang pinggang aku ikat seperti ekor kuda dengan tali rambut berwarna pink, lalu diatas poniku memakai bando kelinci berwarna pink pula. Meskipun aku kala itu girang hendak pergi ke pesta, namun hati kecil mengatakannya lain. Aku teringat pesan Ayah dan Ibu yang ngelarangku datang ke pesta itu. Tapi bayangan wajah mereka tak lama buyar dengan bayangan wajah teman-teman yang penuh senyum dan tawa di pesta itu.


Sesuai perjanjian dengan Putri, dia akan menjemputku di depan rumah tepat jam 19.45. Aku udah siap semuanya, giliran otakku berpikir kembali untuk berusaha keluar rumah. Mbak Ima yang kuperhatikan dari tadi telah terlelap di Shofa ruang TV. Aku takutnya dia ngelakuin hal yang sama sepertiku (*pura-pura tidur) tapi setelah aku melangkah mendekati pintu, akhirnya aku yakin dia benar-bbenar tertidur.


Setelah keluar, aku melihar Putri benar-benar seperti Putri dari kerajaan. Tampilannya anggun dengan gaun pink yang penuh pernak-pernik mewah. Ditambah polesan wajah yang jauh lebih mewah dariku. Sementara ini aku hanya bermodal made in dewek, beda sama dia yang hasil polesan salon. Tak banyak basa basi, Putri mempersilahkanku masuk kedalam mobil Honda Jazz-nya yang berwarna Pink pula.Selama dalam perjalanan menuju rumah Meli, aku terus membayangkan suasana pesta itu. Apa mungkin seperti pesta di film-film korea yang biasa aku beli DVDnya? Atau seperti pesta Ulang tahun yang  sebulan lalu aku datangi sewaktu Putri ulang tahun?. Entahlah... tapi setelah aku sampai ditempat tujuan, tampak dari luar seperti tak ada pesta apapun, namun nuansa pinknya memang terlihat nyata.


Akupun melangkahkan kaki menuju rumah Meli. Putri yang datang bersamaku tiba-tiba menggandeng pria yang bernama Agung itu mengaku pacarnya. Memasuki ruangan utama, aku melihat disana-sini muda-mudi bersama kekasihnya. Aku mendekati Meli yang sedari tadi aku perhatikan hanya sendirian.


“Mel, mana kekasihmu?” tanyaku sambil menatap keseluruh pojok ruangan, berharap ada gadis yang tak berpasangan sepertiku. Dan ternyata setelah aku perhatikan tak semua teman sekelas datang. Prita yang duduk sebangku denganku saja tak ada.


“Dia lagi ke toilet. Kamu sendiri Cha?”


“Aku gak ada. Aku kan gak punya cowok.” Jawabku


“Trus gimana ntar dengan acara pokoknya?” Tanya Meli menatapku heran.


“Acara pokok apaan Mel?” Aku balik bertanya padanya.


“Di puncak acara nanti kan kita bakal dansa bareng pasangan kita, lalu tukar kado yang kita bawa.” Jelas Meli dengan sedikit kecewa. “Tapi, biar kamu aku kenalkan saja sama temen cowokku ya Cha, mau nggak?” lanjut meli bertanya padaku. Aku hanya diam saja. Ragu untuk mengatakan iya, tapi enggan juga untuk mengatakan tidak.


Tak lama, Meli memanggil lelaki yang bernama Gilang, lalu mengenalkannya padaku. Sampai akhirnya di acara puncak itu aku berdansa dengannya. Tapi apa yang dilakukan Gilang? Dia mengajakku  meninggalkan ruangan pesta. Katanya dia pingin lebih mengenalku lebih jauh, akhirnya kami ngobrol di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan pesta.


Gilang orangnya supel, dia langsung akrab ngobrol denganku meskipun baru kenal beberapa jam saja. Akupun masuk dengan asyik dalam obolan ini. Samapai dia ngajak aku dansa, aku tak menolaknya. Namun tak lama dari situ aku memutuskan untuk pergi dari pesta itu dan pulang. Aku menyadari ada yang tak beres dengan Gilang. Matanya yang terus memperhatikan bibirku saat bicara membuat aku curiga padanya. Dia perlahan mendekatkan tubuhnya padaku, namun ketakutanku muncul dan aku segera saja meninggalkan pesta itu tanpa pamitan.


Esok paginya aku ceritakan hal ini sama Mbak Ima. Mbak Ima memelukku dengan penuh sayang. Mbak Ima tidak memarahiku, malah dia yang menangis dan meminta maaf padaku. Padahal seharusnya aku yang minta maaf padanya, aku kan udah bohongin dia. Tapi dari situ aku makin menyesali perbuatanku. Aku merasa bersalah. Dan Mbak Ima berjanji tak akan melaporkan kejadian ini sama Ayah maupun Ibu.


Aku bolos sekolah, Mbak Ima yang membuatkan surat ke sekolah dengan keterangan sakit. Padahal sedikitpun aku gak sakit. Tapi kata Mbak Ima mentalku yang masih sakit. Dan hari ini aku ditemanin penuh sepanjang hari sama Mbak Ima. Aku dinasihati dengan kisah-kisah teladan, dan akhlak. Aku benar-benar seperti orang yang sakit, mungkin memang benar tapi sakit rohaniahnya. Aku berjanji sama Mbak Ima gak akan ikut-ikutan ngerayain pesta gak penting itu lagi.


Hari berikutnya aku memutuskan sekolah karena gak mau beberapa mata pelajaran tertinggal. Namun hari ini ada yang berbeda dengan penampilanku. Aku memutuskan menggunakan jilbab seperti yang biasa Mbak Ima dan Ibu lakukan. Bismillah, jilbabku masih menempel sampai saat ini.

Kasih


Hari itu kau menjemputku lewat kasih

Yang dirasa sama antara hatiku dan hatimu

dan kemudian

mampu biaskan senyum abadi diantara kita



Buatku, kasih berarti

Antara aku dan engkau

Kasihku adalah engkau

Dan kasihmu adalah aku

Ceritakan saja pada mereka

Meskipun kami terhalang lautan

Tapi angin mampu hantarkan

Kerinduan  yang ada di hati kami

Dan kami merasakannya setiap malam

Ketika kami berbicara lewat hati



Katakan saja pada orang-orang

Kami begitu akrab dalam setiap perbincangan

Kami tak bertengkar masalah sepele

Dan kami begitu dewasa

Mengagungkan cinta lewat kesetiaan

Juga lewat tengah malam pada mimpi yang syahdu

Dan kami akan merasaka

Seperti selalu berdekatan

Semuanya karena kasih sayang

Serta cinta yang hebat menerpa hati kami

Itulah kasih kami...

Jangan mahal memberi pujian


kapan terakhir kau memuji seseorang?
Kapan terakhir kali orang lain memujimu?
sudah lama bukan?

Semua orang punya kunci dalam diri mereka.
saat kita masih kecil, ada begitu banyak dukungan dan pujian untuk membantu kita melewati rintangan. kita tidak sadar betapa beruntungnya kita saat itu. seiring waktu berlalu, dukungan dan pujian itu berubah seiring kita beranjak dewasa. Semua jadi berbeda.
Berikanlah lebih banyak pujian ! Lihatlah sisi baik seseorang ! Apa itu sulit?
Semua orang butuh pujian, tapi kenapa kita sering ragu untuk sekedar memberi pujian?
Dalam diri setiap orang ada sisi gelap dan sisi terang. Carilah sisi terang itu dan semua yang baik akan muncul.
Ada pepatah yang berbunyi :
"Barang berguna dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna"
"Barang tidak berguna dipakai dengan benar akan jadi berguna"
Dari sini kita belajar, pengakuan dari seseorang merupakan sumber kekuatan. Keajaiban ini mungkin berasal dari sepath kta yg paling berharga, ekspresi atau tindakan yang paling kecil sekalipun.
Kita tak pernah tahu apa yg bisa kita ubah.




kutipan dari film I NOT STUPID 2
inspirasi banget....

Sabar

 Baca Ya............
SABAR. Sebenarnya inilah rumus sederhana yang bisa menjadi bekal menghadapi beragam konspirasi jahat yang menjerumuskan seseorang pada kubangan nafsu syahwat. Sabar adalah sebuah akhlak mulia dan indah yang mencegah seseorang dari berbuat yang tidak baik dan tidak pantas. Sabar merupakan bentuk kekuatan jiwa seseorang yang dengan memilikinya urusan seseorang menjadi baik dan berjaya.
Ya allah,, selalu beri aku kesabaran...
Aku yang lemah tak berdaya ini hanya butuh engkau dalam menguatkan kesabaranku ini.
“Sesungguhnya Allah bersama orang – orang yang sabar”
Aku ingin menjadi makhluk yang sabar... Yang bisa selalu dekat dengan-Mu...